Jose Mourinho Tahu Cara Menjuarai Liga Inggris

Mourinho Tahu Cara Liga Inggris

Meskipun sudah bersama Manchester United selama 2 musim, Jose Mourinho masih belum dapat memberikan gelar juara Liga Inggris. Hal ini tentunya menimbulkan sebuah keraguan bagi seluruh publik Old Trafford. Namun pelatih asal Portugal tersebut mengaku masih dapat melatih The Red Devil dan menjadi juara di musim depan.

Manchester United nampaknya sedang berkabung pasca menderita kekalahan 1-0 saat melakoni laga kandang melawan West Brom, Minggu (15/8/2014). Tidak hanya itu, kegagalan dalam laga tersebut juga mengantarkan sang rival sekota Manchester City meraih gelar juara di musim ini. Meski memiliki 5 pertandingan sisa di fase akhir liga, Manchester United hanya bisa finis di posisi kedua andai dapat melewati berbagai lag asecara mulus.

Finis sebagai Runner-up, tentunya hal ini akan menjadi sebuah perbaikan bagi Manchester United yang di musim lalu hanya bertengger di posisi ke-6 klasemen. Meski demikian, The Red Devil di musim ini sudah mengeluarkan banyak dana untuk dapat memperkuat squad asuhan Jose Mourinho tersebut. Tentunya banyak pendukung yang meminta MU untuk mendapatkan pencapaian lebih dari sekedar Runner-up liga.

Manchester United nampaknya belum dapat lepas dari bayang-bayang seorang Sir Alex Ferguson yang memang menjadi salah satu legenda hidup MU. Jose Mourinho mengklaim bahwa dirinya masih menjadi orang yang tepat untuk dapat mengisi kekosongan figur pelatih tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Mourinho berusaha meyakinkan fans bahwa dirinya masih dapat bangkit dan mendapatkan banyak pencapaian lebih. Pelatih asal Portugal tersebut mengaku lebih paham kiat-kiat untuk menjadi juara liga Inggris. Mou juga sempat mengungkit masa lalunya bersama tim-tim besar yang pernah ditukanginya. 3 tahun bersama Chelsea, Jose Mourinho berhasil membawa pulang trofi Liga Inggris kedalam Stamford Bridge.

Selain memberikan keyakinan pada awak media, Mourinho juga memberi semangat kepada para pemain untuk dapat tampil gemilang di musim depan. Menurutnya, performa yang tidak konsisten dari anak asuhnya tersebut membawa Manchester United menuju kegagalan. Menarik bagaimana MU akan menyikapi kendalanya di musim depan.