Penampilan Bravo Terus Menuai Kritik

Bravo Terus Menuai Kritik

Penampilan kiper asal Chile yang sekarang ini membela Manchester City Claudio Bravo terus menuai kritikan. Claudio Bravo dinilai menjadi salah satu pemain yang membuat Manchester City tak akan mendapatkan pencapaian tertinggi mereka. Sorotan terakhir pada Claudio Bravo terjadi takala Manchester City bertandang ke markas Everton akhir pekan lalu. Manchester City sendiri akhirnya harus kalah memalukan dari tuan rumah dengan skor telak 4-0.

Sial memang bagi Claudio Bravo, jumlah bola yang masuk ke gawang dirinya saat itu sama dengan jumlah sepakan on target dari para pemain Manchester City. Memang di sepanjang musim ini Pemain asal Chile tersebut tidak banyak melakukan penyelamatan. Bahkan data menyebutkan bahwa persentase kebobolan kiper yang berusia 33 tahun ini sepesar 42,6 persen.

Dalam 18 pertandingan yang sudah dilakoni oleh Claudio Bravo dirinya hanya berhasil mencatatkan 31 penyelamatan saja dan 4 kali catatan cleen sheet dalam data resmi dari ESPN. Eks permain Liverpool yang sekarang menjadi pengamat bola, Kami Carrgher menyarangkan kepada Pep Guardiola untuk segera mencari kiper baru jika memang Manchester City ingin lebih berprestasi. Selain itu pilihan untuk memulangkan Joe Hart juga dinilai akan menjadi keputusan yang tepat.

“Mereka memiliki kiper sekarang ini yang tak mendekati kata cukup bagus. Pep Guardiola dan pihak klub harus bisa mencari kiper yang lain untk musim lain atau memulangkan Joe Hart karena andai Pep Guardiola ingin memenangi Liga Champion atau Liga Premier Inggris. Anda tak akan bisa memenangi gelar apapun jika anda masih memiliki kiper yang sekarang ini” tutur Jamie Cargher.

Memang keputusan Pep Guardiola untuk terus percaya kepada Claudio Bravo sekarang ini bisa menjadi blunder besar di masa mendatang. Joe Hart sendiri dinilai oleh para fans lebih cocok untuk menjaga gawang dari Manchester City. Selain itu Pep Guardiola juga harus segera membenahi lemahnya pertahanan klubnya yang selama ini kerap membuat blunder berbahaya. Tentunya PR tersebut akan menjadi pekerjaan yang panjang untuk Guardiola untuk mempersiapkan musim yang lebih baik di masa mendatang.