City Tergeser ke urutan 5, Guardiola Dapat Rekor Baru

City urutan 5, Guardiola Rekor Baru

Pertandingan kemarin antara City dengan Everton ternyata membuat tim besutan Pep Guardiola ini turun ke urutan 5 dengan memperolehan 42 poin. Sementara, di posisi ke-4 terdapat Arsenal dengan perolehan poin 44 angka, dan urutan ke-3 dan k2-2 oleh Liverpool dengan Tottenham dengan perolehan poin 45.

Pertandingan Liga Inggris musim ini dalam laga lanjutan semakin ketat dan sengit saja, berbagai tim besar kembali dipertandingkan untuk merebutkan siapa yang akan bertahan di puncak dan memenangkan pertandingan sebenarnya.

Laga demi laga diikuti Manchester City dengan baik, berbagai naik turun hasil pertandingan pernah dilalui oleh armada Guardiola ini. Bahkan, dengan pencapaian seperti demikian, Guardiola tetap tidak merubah gaya permainannya dan hanya memiliki 1 langkah jitu saja untuk mengembalikan anak asuhnya berada di posisi yang menguntungkan.

Meski kalah dari Everton 4-0 kemarin, namun City tidak tetap berada diatasnya dan memastikan bahwa pertandingan selanjutnya akan tetap mendominasi pertandingan. Hal ini ungkapkan pula oleh Fernandinho yang mengatakan bahwa permainan yang diberikan sudah sangat bagus, hanya saja keberuntungan lebih berpihak pada kubu Everton yang kala itu bermain di laga kandang.

Dengan adanya hasil ini, maka City resmi turun jauh setelah sempat diawal pertandingan musim premier league mendapatkan urutan kedua. Hasil ini juga ternyata mempengaruhi gelar yang didapatkan Pep Guardiola sebagai pelatih handal, yakni rekor terbarukan sebagai permainan terburuk dan kekalahan terbesar yang dialaminya sebagai pelatih.

Hasil pertandingan kemarin tentu mengecewakan sang pelatih, apalagi gol yang berhasil dicetak oleh Lukaku ini dinilai sangat bagus dan cukup keras, sehingga ketika lini pertahanan mulai kendur, akan semakin mudah untuk masuk kedalam posisi jantung pertahanan The Citizen.

Meski mendapatkan hasil buruk, Guardiola tetap memuji hasil pertandingan kemarin yang dilakukan sangat baik oleh anak asuhnya, “yang terpenting adalah permainan dalam tim di lapangan, bukan seberapa banyak gol yang tercetak. Sehingga, ketika hasil pertandingan selaras dengan permainan strategi yang diberikan, maka kemenangan di depan mata”. Ujarnya.