Guardiola Bertemu Koeman Kedua Kalinya

Guardiola Bertemu Koeman

Pertandingan antara Manchester City dengan Everton beberapa pekan yang lalu nampaknya belum berakhir. Meski dalam satu putaran pertandingan selesai, pertemua kedua tim ini belum juga selesai. Kedua tim yang sedang mengalami peningkatakan permainan dan berada di tren positif ini nampaknya akan menjadi sebuah pekerjaan yang sulit bagi kedua pelatih.

Dimana, baik pelatih Manchester City atau pelatih dari Everton ini keduanya berasal dari satu tim yang sama, yakni Barcelona. Pertandingan Everton dengan City pekan ini menjadi sebuah pertemuan kedua kalinya bangi sang pelatih, apalagi Guardiola melihat bahwa Ronald Koeman dalam pertandingannya sedikut kesulitan dalam menangani Everton, hal ini berkaitand dengan menjaga konsistensi pada tim, apalagi sejak ia datang ke Goodison park.

Tetapi, Guardiola memang mengakui bahwa mantan pemain Belanda tersebut memiliki gaya permainan yang sangat bagus dan kemampuan membaca gaya permainan lawan di lapangan pun sangat handal.

“Ketika saya mulai bermain di Barcelona, saya sudah sering bilang dan kini saya akan katakan lagi, betapa pentingnya sebuah nasihan yang ia berikan untuk saya, terutama di atas lapangan”. Ujar Pep Guardiola.

“Saya banyak belajar darinya, abahkan ketika ia bereaksi terhadap sepak bola dan karakternya di pertandingan besar sudah tidak perlu diragukan lagi, dia selalu memahami permainan dengan sempurna. Ketika dia bermain di posisinya di kuartet bek, kemapuan mengontrol dan melihat semuanya adalah keunggulan dari Koeman sendiri, anda bsia bayangkan buka ketika ia menjadi pelatih”. Ujarnya tambah.

Ia juga menegaskan, bahwa dirinya dengan Koeman seringkali berbicara, baik ketika dirinya berada di Munich ataupun ketika berada disini, dan uniknya kami selalu memberikan selamat ketika meraih kemenangan, dan ia mengakui bahwa dirinya sangat senang bersahabat dengan Koeman.

Pertandingan yang dilalui Manchester City akan terus menarik, apalagi anak asuh Guardiola ini dinilai masih diambang kebingungan untuk menentukan setiap langkah permainannya di lapangan.

Apakah hendak melakukan penyerangan secara terus menerus ataukah tidak, apalagi filosofi dari sang pelatih masih menjadi sebuah penyesuaian baru bagi anak asuhnya sendiri. Baik Koeman dan Guardiola, keduanya adalah pelatih handal yang mampu membawa timnya berada di urutan klasemen teratas.