Ramos Rela Berdarah-darah Untuk Madrid

Ramos Berdarah Untuk Madrid

Bek tengah Real Madrid, Sergio Ramos, mengalami patah hidung dan seragamnya kemudian berlumuran darah ketika sang pemain menjalani laga Derby melawan Atletico Madrid. Demi Real Madrid, sang pemain rela untuk berdarah-darah.

Sergio Ramos sendiri tampil sebagai starter ketika Real Madrid melawat ke markas Atletico Madrid di stadion Wanda Metropolitano pada hari Minggu (19/11/2017) dini hari WIB. Namun bek berusia 31 tahun tersebut tidak bisa bermain penuh dan digantikan di pergantian babak karena mengalami Cedera. Sergio Ramos mendapatkan Cedera pada hidungnya setelah terkena tendangan dari Lucas Hernandez ketika Sergio Ramos berusaha menyundul bola. Hidungnya langsung mengeluarkan darah saat itu juga. Belakangan diketahui bahwa hidung Sergio Ramos patah.

Pemain Internasional Spanyol tersebut lantas sempat dikhawatirkan harus menjalani operasi untuk mengatasi Cedera tersebut. Namun kabar tersebut menyebutkan bahwa Sergio Ramos tidak perlu menjalani prosedur bedah, melainkan sang pemain hanya perlu bermain dengan menggunakan topeng perlindungan.

Sergio Ramos sendiri kemudian menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan membuat dirinya merasa takut untuk terlibat dengan duel beresiko ketika bermain membela Real Madrid. Sang pemain juga menegaskan bahwa dirinya akna segera bisa kembali beraksi untuk Real Madrid. “Saya rela untuk berdarah-darah seribu kali demi lambang dan juga seragam ini. Terima kasih untuk semuanya atas cinta dan juga dukungan yang telah diberikan. Saya akan segera kembali dalam waktu dekat” tulis Sergio Ramos pada akun Twitter pribadinya.

Meski Sergio Ramos telah berdarah-darah namun Real Madrid gagal untuk meraih kemenangan ketika menghadapi Atletico Madrid. Real Madrid harus rela pulang dengan hanya berhasil meraih satu poin saja setelah ditahan imbang dengan skor 0-0. Hasil tersebut juga membuat Real Madrid kian terjepit di mana mereka sudah tertinggal 10 angka dari FC Barcelona yang ada di puncak klasemen. Padahal sebelumnya tidak pernah ada tim yang bisa meraih gelar juara La Liga Primera Spanyol setelah tertinggal poin sebanyak itu di suatu periode kompetisi yang berjalan.