Tuduhan Terhadap Marcelo yang Ngemplang Pajak Sebesar Rp 778 Miliar

Marcelo Ngemplang Pajak

Kabar kurang sedap melanda Real Madrid ketika jelang laga penyisihan grup H Liga Champions yang akan melawan Tottenham Hotspur di Santiago Bernabeu pada Rabu lalu. Hal tersebut dikaitkan dengan adanya pernyataan dari jaksa Spanyol yang menuduh bek kiri Real Madrid, Marcelo telah melakukan penggelapan pajak yang jumlahnya mencapai 500 ribu Euro.

Pada pernyataannya, jaksa Spanyol itu menyebut bahwa Marcelo telah menggelapkan pajak sebesar 490.917,70 Euro yang nilainya setara dengan Rp 778 Miliar di tahun 2013 lalu. Modus tersebut dilakukan oleh pemain asal Brasil dengan menggunakan perusahaan di luar Spanyol yang menjadikan tempat penampuan dana dari image rights bersama dengan Real Madrid.

Sejak pindah dari Fluminense pada tahun 2007 lalu, Marcelo bermain untuk Real Madrid dimana dirinya merupakan pemain terbaru yang juga menjadi target dari otoritas pajak di Spanyol. Tidak hanya Marcelo saja yang terbelit masalah pajak, tahun lalu Messi dan juga ayahnya telah dinyatakan bersalah karena adanya kasus penggelapan pajak di tahun 2007, 2008, dan 2009 yang nilainya ditaksir hingga 4,1 juta euro.

Masalah pajak yang kerap terjadi di persepakbolaan Spanyol menjadi perhatian khusus bagi pihak Kejaksaan di negeri matador ini. Selain nama Marcelo, beberapa nama kini sedang diselidiki pihak kejaksaan yang diantaranya Christiano Ronaldo, Richardo Carvalho, Angel Di Maria, Javier Mascherano, Radamel Falcao, dan Fabio Coentrao.

Mereka para pemain liga Spanyol menjadi target dari kejaksaan Spanyol terkait masalah pajak yang harus dibayarkan selama bermain di negeri matador itu. Permasalahan tersebut menjadi perhatian serius karena nilai pajak yang disinyalir digelapkan sangat besar jumlahnya. Selain itu, pihak kejaksaan di Spanyol baru-baru ini juga menyatakan bahwa salah satu pemain Real Madrid yang juga telah menggelapkan pajak dengan nilai yang hampir 500 ribu euro.

Nampaknya masalah pajak di Spanyol bagi para pemain klub bola Spanyol tidak akan pernah selesai. Karena selalu saja ada nama-nama baru yang dituding pihak kejaksaan telah menggelapkan sejumlah pajak yang menjadi kewajiban mereka.