Cristiano Ronaldo Menjadi Pemain Depan Yang Berbahaya

Cristiano Ronaldo Berbahaya

Cristiano Ronaldo adalah pemain Kunci Real madrid saat membobol 3 Goal ke gawang Atletico Madrid pada leg pertama Liga Champions pada tanggal 2 mei 2017. Goal Heatrick yang di lakukan Cristiano Robaldo pada saat melawan Atletico Madrid tidak lepas dari Strategi Jitu yang di lakukan Zinedine Zidane.

Karena Zinedine Zidane mengetahui bagaimana cara menyetir Cristiano Ronaldo dan menjadi momok yang sangat berbahaya di depan gawang musuh. Tambahan 3 Goal yang di buat Cristiano Ronaldo membuat dirinya sekarang mengumpulkan 10 Goal di liga Champions dari 11 laga di Liga Champions musim ini.

Hebatnya, Ronaldo mencetak 5 Goal pada pertandingan sebelumnya ketika Madrid menyingkirkan lawannya yaitu Bayern Munchen di babak 8 besar Liga Champions musim 2016-2017. Memang di musim 16/17 ini Ronaldo bermain dalam peforma yang menurun tidak seperti musim-musim sebelumnya.

Pemain andalan Madrid ini sangat kesulitan untuk mencetak Goal dan bahkan sering melakukan kesalahan Kontrol Bola. Fans Real Madrid juga pun sering mencemoohnya ketika Ronaldo berbuat kesalahan.

“ Saya tidak Ingin Fans di Stadion Bernabeu Mengejek saya meskipun mereka sudah memberika nama jalan dengan nama sya namun saya ingin Apresiasikan yang Saya lakukan Untuk Real Madrid” ujar Ronaldo saat menyikapi Fans dan membela diri. Goal-Goal rekor yang di Buat Ronaldo memang Menurun.

Ronaldo baru mencatatkan Goal  35 dari 41 pertandingan yang di lakoninya Bersama Real Madrid di musim 16-17. Padahal pemain bintang portugal ini biasanya mencatatkan rata-rata 55 goal per Musim sejak 2011/2012.

Tidak bisa kita lihat dari musim-musim sebelumnya karena Usia sangatlah susah untuk di bantah ketika salah satu faktor permainan menurun.

Dengan usia yang menginjak 32 pada bula Februaru kemarin membuat pelatih asal France ini yaitu Zinedine Zidane menerapkan “2 R” yaitu “Rotasi” dan “ Rehat”. Zidane tersadarkan dengan cara itu ketika Zidane melihat Peforma Ronaldo akhir-akhir ini menurun dan melihat kejadian pada saat Melawan Asroma Ronaldo mendapatkan Cidera Otot yang cukup berat. Melihat kinerja Ronaldo lini harus berfokus pada kualitas buka kuantitas.